Kamis, 11 September 2014

ABSTRAK

KADAR β-KAROTEN DAN PROKSIMAT BAGIAN-BAGIAN RIMPANG KUNIR PUTIH (Curcuma mangga Val.) SEGAR

Ratih Fajarwati
10031012

INTISARI

Kunir putih (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman sumber antioksidan yang memiliki rimpang berbentuk bulat, mudah dipatahkan dan percabangan rimpangnya banyak. Zat yang terkandung di dalam kunir putih salah satunya adalah β-karoten dan proksimat. Kadar β-karoten pada kunir putih segar yang sudah diteliti sebelumnya adalah 33,31μg.
Kunir putih dengan percabangan rimpang yang banyak diduga memiliki perbedaan zat yang terkandung di setiap bagian rimpang yaitu rimpang utama, Rimpang cabang 1 dan rimpang cabang 2. Bagian rimpang tersebut belum pernah diteliti, sehingga tujuan dari penelitian adalah mengetahui kadar β-karoten dan proksimat kunir putih (Curcuma mangga Val.) segar variasi bagian-bagian rimpang. Pada penelitian ini digunakan kunir putih segar dengan variasi bagian rimpang yaitu rimpang utama, rimpang cabang 1 dan rimpang cabang 2. Kunir putih yang dihasilkan dianalisis kadar β-karoten dan proksimat meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar β-karoten kunir putih segar dari tertinggi yaitu rimpang cabang kedua 3,85 mg/g, rimpang cabang kesatu 2,88 mg/g dan rimpang utama 2,77 mg/g. Kadar air kunir putih segar yang telah dikeringkan variasi bagian-bagian rimpang dari tertinggi yaitu rimpang cabang kedua 7,79%, rimpang cabang kesatu 6,77%, dan rimpang utama 6.62%. Kadar abu kunir putih segar dari yang tertinggi yaitu rimpang cabang kedua 3,83%, rimpang cabang kesatu 2,43% dan rimpang utama 1,88%. Kadar protein kunir putih segar dari yang tertinggi yaitu rimpang cabang kedua 9,28%, rimpang cabang kesatu 8,14% dan rimpang utama 7,74%. Kadar lemak kunir putih segar dari yang tertinggi yaitu rimpang cabang kedua 7,40%, rimpang cabang kesatu 6,21% dan rimpang utama 4,90%. Kadar karbohidrat kunir putih segar dari yang tertinggi yaitu rimpang utama 85,60%, rimpang cabang kesatu 83,29% dan rimpang cabang kedua 79,41%.

Kata kunci       : kunir putih segar, rimpang, β-karoten, analisis proksimat






β-CAROTENE  AND PROXIMATE CONTENT OF PART OF FRESH WHITE SAFFRON RHIZOME(Curcuma mangga Val.)

Ratih Fajarwati
10031012

ABSTRACT

            White saffron (Curcuma mangga Val.) is a plant source of antioxidant that has a round Rhizome, easily broken, and many branching rhizomes. Substances contained in white saffron one is β-carotene and proximate. β-carotene content in fresh white saffron already examined previously was 33,31 ug.
            Branching rhizome in white saffron with a lot of thought to have the distinction of substance contained in any part of the rhizome that is master, first tillers, second tillers. The part rhizome has never been examined, so that the purpose of the research is to know the β-carotene and proximate fresh content white saffron variation rhizome. This study used fresh white saffron with variations of the rhizome that masters, first tiller, and second tiller. The resulting fresh white saffron analyzed β-carotene and proximate content, include moisture content, ash content, fat content, protein and carbohydrate content.
The results of this research showed that the β-carotene content fresh white saffron the highest on second tillers 3.85 mg/g, first tillers 2.88 mg/g and master 2.77 mg/g. The moisture content of fresh white saffron variation rhizomes of highest are second tillers 7.79%, first tillers 6.77%, and masters of 6.62%. The ash content fresh white saffron from the highest  are second tillers 3.83%, first tillers 2.43% and master 1.88%. The protein content fresh white saffron from the highest are second tiller 9.28%, first tiller 8.14% and master 7.74%. The fat content fresh white saffron from the highest are second tiller 7.40%, first tiller 6.21% and master 4.90%. Carbohydrate content fresh white saffron from the highest are 85.60% master, first  tiller 83.29% and second tillers 79.41%.

Keywords: fresh white saffron, rhizomes, β-karoten, proximate analysis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar